Rabu, 17 Februari 2010

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI HOLLOW EARTH


IDA BAGUS MADE ARJANA

HOLLOW EARTH


A. Hollow Earth Theory
Hollow Earth adalah sebuah teori (masih berupa konspirasi) yang mengatakan bahwa ada dunia lain didalam bumi yang kita tempati. Dengan kata lain, ada kehidupan lain dibawah tempat kita sekarang. Beberapa orang percaya bahwa ada dua kehidupan di bumi ini, yang pertama adalah kita, makhluk hidup yang tinggal di kerak bumi, dan yang kedua adalah kehidupan didalam bumi (hollow earth). Mereka percaya bahwa bumi kita ini sebenarnya dalamnya berongga, mempunyai matahari (energi) sendiri, dan mempunyai kehidupan sendiri. Para ahli menyatakan bahwa jauh di dalam rongga tersebut terdapat basis kehidupan lain atau dengan kata lain kehidupan dimana Alien berada, sekaligus basis dari pangkalan UFO (Unidentified flying Object) atau juga dunia lain yang memang hidup sejak jutaan tahun lampau dengan peradaban yang tinggi.
Teori North Pole adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan dunia luar (kita) dengan dunia dalam (hollow earth) terdapat di kutub utara., bagi mereka yang percaya hollow earth itu ada, jalan satu-satunya menuju dunia bawah tanah adalah dari kutub utara. Di dalam sana terdapat matahari sendiri, gravitasi sendiri yang berbanding terbalik dengan gravitasi kita, dan mempunyai daratan (pulau) sendiri.
Salah seorang yang mempercayai keberadaan hollow earth adalah Laksamana Muda Richard E.Byrd (1929). Dia sangat penasaran dengan teori north pole ini, dia percaya akan adanya hollow earth. “I’d like to see that land beyond the (North) Pole. That area beyond the Pole is the Center of the Great Unknown". Ia mengadakan ekspedisi untuk menyelidiki keberadaan hollow earth tersebut. Ia melakukan penerbangan sejauh 1700 mil, ketika ditengah perjalanan dia mengirimkan pernyataan mengejutkan melalui radio. "ternyata tidak semua daerah kutub itu es dan salju, ia mendapatkan daerah berhutan yang aneh. Tanaman-tanaman disini seperti berasal dari zaman dahulu. Ia juga melihat beberapa hewan-hewan aneh yang tidak pernah ditemui sebelumnya" Menurut para peneliti, mungkin Richard E.Byrd bukan hanya terbang mengitari kutub, tetapi dia masuk kedalam cekungan dibalik gunung-gunung es. Mungkin dia masuk kedalam rongga dibalik gunung, dan dia tidak sadar akan hal itu.
Beberapa legenda atau cerita dalam kitab suci menguatkan teori ini.
Orang-orang Iran, Cina, Aztec dan juga Eddaic mempunyai legenda yang bersamaan maksudnya. Dikatakan bahwa adanya sebuah tempat tinggal yang diperuntukkan bagi dewa-dewa yang merupakan rumpun manusia pertama di planet bumi, dan mereka berkembang biak menjadi banyak. Lokasi tempat itu diberi nama "Pusat Bumi". Entah yang dimaksud 'pusat bumi' itu kutub utara atau justru perut bumi. Kutub Utara itu sendiri menyimpan rahasia yang tidak banyak orang tahu.
Dr. Fridtjof Nansen dan Kapten C.F. Hall Satu lagi orang yang mengaku pernah masuk kedalam hollow earth. Ia mencoba untuk mencapai kutub utara pada tahun 1895. Ketika ia berada di daerah sana, ia kehilangan arah tujuannya, sehingga tak tahu dimana dia saat itu. Pada tanggal 29 Maret hingga musim bunga tahun 1896 Nansen sama sekali hilang. Nansen merasa heran mendapatkan dirinya berada di daerah hangat, dan merasakan angin yang bertiup dari utara semakin panas, malah matahari sekali-kali terasa sangat panas dan dapat disimpulkan Kutub Utara mempunyai suhu dan iklim yang hangat. Ia mengukur kedalaman air itu, yang ternyata sangat dalam dan airnya juga hangat. Ia tak tahu dari mana asalnya air itu. Ia juga berjumpa/menemui tapak kaki rubah (binatang yang tak tinggal di kutub) yang masih baru. Serta juga mengalami peristiwa ganjil lainnya. Di kutub utara tak ada gunung berapi yang mengeluarkan debu. Debu-debu itu membuat salju berwarna hitam. Pengalaman yang sama dan persis dirasakan juga oleh Kapten C.F. Hall. Ia merasakan juga hangatnya air dan udara kutub, serta melihat rubah, unggas, binatang buruan, anjing laut juga jenis-jenis unggas yang mustahil hidup didaerah kutub (artik) Memang jika kita lihat dari kesaksian dan pengakuan mereka sepertinya sesaat kita percaya bahwa memang hollow earth itu ada, setidaknya ada keanehan/kejanggalan di daerah kutub.
Menurut seorang pelaut Norwegia bernama Olaf Jansen didalam buku biografinya "The Smoky God" menjelaskan bahwa Agartha adalah nama sebuah kota didalam hollow earth. Willis Emerson seorang penulis yang juga menulis kisah perjalanan Jansen didalam buku "Agartha - Secrets of the Subterranean Cities" menjelaskan bagaimana sekoci Jansen berlayar melalui pintu masuk interior bumi di Kutub Utara. Selama dua tahun ia tinggal bersama penduduk koloni Agharta. Dunia ini diterangi oleh matahari yang lebih berasap, dia menyebutnya "smoky sun". "Shamballa" adalah pusat pemerintahan di Agharta. Selama dua tahun tinggal di Agharta, Jansen mendapatkan banyak informasi yang mengejutkan. Menurut mereka, Agharta dulunya juga berada dipermukaan (kerak bumi), namun karena perang dahsyat yang terjadi pada masa itu menenggelamkan mereka kedalam bumi. Mereka mengaku Agharta adalah sisa-sisa peradaban Atlantis dan Lemuria. Dahulu Atlantis dan Lemuria adalah dua kota terbesar dan termaju. Kemudian kedua bangsa ini bertempur, berperang dahsyat. Perang Thermo Nuclear yang dilancarkan kedua bangsa menyebabkan keduanya hancur dan jatuh kedalam bumi. Sisa-sisa pertempuran Atlantis dan Lemuria masih ada di permukaan, yaitu Gurun Sahara, Gurun Gobi, Bagian selatan Australia, dan Gurun di AS. Selain itu Jansen juga berhasil mengetahui terdapat beberapa titik yang dipercaya menghubungkan Agharta dengan permukaan. Beberapa titik tersebut adalah:
1. Gua Mommoth Kentucky, di selatan Kentucky, Amerika Serikat
2. Gunung Shasta, California, Amerika Serikat - kota Agharthean diduga terhubung dari bawah gunung ini.
3. Manaus, Brazil. Mato Grosso, Brasil - dipercaya kota Posid terletak di bawah dataran ini.
4. Iguacu Falls, perbatasan antara Brazil dan Argentina.
5. Gunung Epomeo, Italia.
6. Pegunungan Himalaya, Tibet - pintu masuk diduga dijaga oleh para rahib Hindu.
7. Mongolia - kota bawah tanah Shingwa diduga ada di bawah perbatasan Mongolia dan Cina.
8. Rama, India - di bawah permukaan kota ini memang terdapat kota bawah tanah yang sudah lama hilang bernama Rama.
9. Pyramid of Giza, Mesir.
10. King Solomon's Mines
11. Kutub Utara dan Selatan, dan
12. Segitiga Bermuda.
Sejauh ini belum ada penyelidikan lebih lanjut di titik-titik yang disebutkan diatas. Yang anehnya lagi, banyak kesaksian penduduk sekitar yang sering melihat UFO didaerah yang disebutkan diatas. Sebelumnya tokoh-tokoh ternama, seperti Plato, Galileo, Edmund Halley, dll pernah membuat teori yang menyatakan adanya kemungkinan kehidupan dunia bawah tanah (hollow earth) beserta dengan perhitungan dan pendapat mereka masing-masing. Sebenarnya masih banyak legenda-legenda masyarakat yang berkaitan bahkan menyebutkan adanya kehidupan di dunia bawah (hollow earth), seperti Nagas-legenda dari india.
Semua artikel yang ditulis oleh Dharmapada dasa dari beberapa penelitian para seperti Dr. Rick Chappell dan Barbara Giles NASA's Marshall Space Flight Center yang berjudul : “Earth Weaves Its Own Invisible Cloak” tentang keberadaan dari Holow Earth serta pengalaman dan kisah-kisah perjalanan manusia yang pernah pergi dan melihat rongga bumi ini memperkuat dugaan kebenaran dari kitab – kitab suci Agama, khususnya Hindu yang mengacu pada kitab suci Veda yang diejawantahkan dalam kitab suci Bhagawata Purana.
B. Hollow Earth Theory Versi Veda Dan Purana

Dalam artikel yang ditulis oleh Dharmapada Dasa secara umum mengacu pada pandangan kitab suci Veda yang diejawantahkan dalam kitab Purana Secara umum, Veda menguraikan ada dua jenis alam semesta, yaitu Cit Jagat atau alam semesta rohani tempat tinggal Tuhan YME yang tidak terbatas dan abadi, serta Jada Jagat atau alam semesta materi yang memiliki awal, pertengahan, dan akhir. Kita (para manusia, hewan, tumbuhan, alien, dan makhluk lainnya seperti malaikat dan dewa-dewa) hidup di alam semesta materi. Jada Jagat atau alam semesta materi diikat oleh empat hal, yaitu kelahiran, usia tua, sakit, dan mati. Hukum alam ini berlaku pada seluruh makhluk termasuk malaikat dan dewa-dewa, namun karena satuan interval tahun di planet mereka lebih besar, maka mereka tampak seperti makhluk abadi bagi kita pada manusia yang berumur pendek.
Lebih jauh ke Jada Jagat, Weda menyebutkan bahwa alam semesta yang kita tumpangi sekarang ini terbuat dari delapan unsur utama, yaitu: unsur kecerdasan (intelligence), unsur pikiran (mind), unsur ego palsu (false ego), ether, udara, api/cahaya, air, dan tanah. Tiga unsur pertama membentuk bagian-bagian alam semesta yang lebih halus substansinya, sementara unsur-unsur tersebut makin kasar hingga unsur tanah. Kedelapan unsur tersebut bergabung membentuk cikal-bakal (bahan dasar) alam materi yang disebut mahat tattwa.
1. Alam Semesta yang terbatas namun tidak dapat dihitung
Alam semesta materi terbatas, namun jumlahnya tidak dapat dihitung karena saking banyaknya. Semua alam semesta dideskripsikan berbentuk seperti telur, dan Tuhan bersemayam dalam setiap telur tersebut untuk melindungi dan mengendalikannya. Dalam setiap alam semesta terdapat makhluk hidup berbeda dan planet-planet serta galaksi yang berbeda. Kita hidup di salah satu dari alam semesta yang banyak itu bersama para alien, dewa, dan malaikat yang sering mengunjungi kita. ." (Bhagawatam Purana Mandala 3, Adyaya 5 sloka 26-27).
2. Manusia Hidup di Tingkat Menengah
Menurut Veda alam semesta terdiri dari dua bagian utama, yaitu 2/3 alam rohani dan 1/3-nya alam material. Alam rohani sering disebut dengan istilah alam Moksa dimana kondisinya adalah sat cit ananda (kekal, penuh dengan ilmu pengetahuan dan penuh dengan kebahagiaan). Di alam moksa terdapat jutaan planet yang ditempati oleh roh-roh yang telah mencapai pembebasan dan sesuai dengan rasa yang dimiliki oleh roh bersangkutan. Sedangkan di alam material tersusun atas jutaan alam semesta. Dimana dalam satu alam semesta terdiri dari jutaan galaksi. Kita sendiri menempati salah satu alam semesta dalam galaksi Bimasakti. Dalam sebuah galaksi terdiri milyaran tatasurya yang berpusat pada 1 bintang, dan dalam satu tatasurya terdiri dari beberapa planet. Seperti pada tempat kita tinggal di planet bumi yang terletak pada tatasurya dengan pusat bintang matahari.
Penciptaan alam semesta diawali dari Tuhan sendiri yang berbaring di lautan penyebab yang mungkin bisa dikiaskan sebagai pondasi seluruh alam semesta sebagai Karanodakasayi Visnu yang maha besar. Dari setiap pori-pori Karanodakasayi Visnu muncullah Garbhodakasayi Visnu yang memunculkan sebuah alam semesta. Dari sini bisakah kita membayangkan betapa besarnya Tuhan? Yang hanya dari 1 pori-porinya memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan galaksi.
Secara Ilmiah munculnya alam semesta dari pori-pori Tuhan dalam wujud Karanodakasayi Visnu ini diistilahkan dengan White Hole (Lubang Putih). Fenomena White hole sempat diamati oleh beberapa ilmuan yang merupakan area tempat terjadinya perubahan dari Energi menjadi Materi. Perubahan dari energi menjadi materi diistilahkan dengan White Hole, bagaimana dengan perubahan dari materi menjadi energi? Dalam konsep penciptaan Veda, perubahan ini dapat diistilahkan dengan Black Hole yang juga sangat sesuai dengan penemuan para ilmuan saat ini. Jadi Veda memberikan jawaban atas pertanyaan bagaimana alam semesta diciptakan bukan dengan konsep big bang melainkan dengan teori yang baru mulai dilirik oleh para ilmuawan setelah ditemukannya fenomena Black Hole, yaitu teori Black Hole – White Hole.
Antara alam semesta satu dengan lainnya dibatasi oleh tujuh lapisan. Alam semesta tempat kita tinggal dibagi menjadi empat belas loka atau bagian: Semua alam semesta dikelompokkan bersama-sama, dan masing-masing. Keempat belas bagian alam semesta dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup, seperti bangsa ular (bhujangga), naga, manusia setengah dewa (para Yaksa-anak buah Kuwera), makhluk setengah manusia (Kinnara), bidadari dan malaikat (Carana, Siddha, Widhyadhara), raksasa (asura), manusia (manusya), dewa, leluhur (pitara), roh-roh suci (para Muni), dan hantu (preta). Masing-masing dari mereka memiliki badan yang sesuai dengan planet atau lingkungan tempat mereka tinggal.
Keempat belas tingkatan ini tersusun sedemikian rupa karena intensitas unsur penyusunnya. Semakin kasar unsur penyusunnya, maka kedudukan sistem planet akan lebih rendah. Bumi sendiri berada di tengah-tengah karena segala unsur pembentuk alam semesta dapat ditemukan di Bumi. Ada planet yang banyak unsur api/cahaya, maka makhluk yang hidup di sana adalah makhluk bercahaya. Planet yang banyak airnya akan didiami oleh makhluk yang badannya cocok dengan lingkungan air. Jadi, dalam Weda dinyatakan bahwa setiap planet memiliki jenis kehidupan sendiri dan tidak ada makhluk hidup yang benar-benar punah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahkan di matahari pun terdapat kehidupan.
Hindu sangat percaya akan alien. Kitab suci Veda membahas secara mendetail tentang keberadaan alien, tempat tinggal mereka, dan hubungan mereka dengan Yang Kuasa. Menurut pandangan Hinduistik, alien adalah tetap ciptaan Tuhan Yang Esa. Mereka tinggal di dalam satu alam semesta yang sama dengan kita yang terdapat dalam perut bumi. Alien (entitas hidup) ini menempati planet-planet sesuai dengan karakteristik tubuh mereka.. Alam semesta ini membentang dari atas ke bawah.Atas adalah arah utara di mana bintang kutub (polaris) adalah patokannya, sedangkan bagian bawah alam semesta adalah arah selatan dikita. Semakin ke bawah, maka semakin padat unsur penyusunnya. Sebaliknya, makin ke atas, makin halus substansi penyusunnya. Planet-planet yang berada di bagian bawah alam semesta tentunya planet-planet padat, dan tentu penghuninya pun memiliki kepadatan tubuh yang menyesuaikan dengan planetnya . Planet-planet atas (termasuk surga dan alam di atas surga) terbentuk dari substansi yang lebih halus, sehingga makhluk yang tinggal diplanet-planet atas lebih bersifat spiritual daripada makhluk alam bawah. Sedangkan alien menurut Weda tinggal di alam yang disebut Nagaloka di mana sinar matahari tidak bisa menembus wilayah tersebut. Nagaloka terletak di bujur planet bawah, jadi kedudukannya lebih rendah dari Bumi.
C. Ontologi Hollow Earth
Pertama-tama pada latar filsafat diperlukan dasar ontologis dari sebuah ilmu. Adapun aspek realitas yang dijangkau adalah teori holllow earth yang mengatakan bahwa ada dunia lain didalam bumi yang kita tempati atau dengan kata lain, ada kehidupan lain dibawah tempat kita sekarang. Teori ini juga didukung oleh Teori North Pole yaitu sebuah teori yang mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan dunia luar (kita) dengan dunia dalam (hollow earth) terdapat di kutub utara., bagi mereka yang percaya hollow earth itu ada, jalan satu-satunya menuju dunia bawah tanah adalah dari kutub utara. Di dalam sana terdapat matahari sendiri, gravitasi sendiri yang berbanding terbalik dengan gravitasi kita, dan mempunyai daratan (pulau) sendiri.
Ontologi dari hollow earth adalah kehidupan di dalam bumi ( Hollow earth) Para peneliti menyatakan bahwa jauh di dalam rongga tersebut terdapat basis kehidupan lain atau dengan kata lain kehidupan dimana Alien berada, sekaligus basis dari pangkalan UFO (Unidentified flying Object) atau juga dunia lain yang memang hidup sejak jutaan tahun lampau dengan peradaban yang tinggi. Kepercayaan mereka bukannya tanpa alasan, ada beberapa fakta yang menyebutkan bahwa hollow earth itu ada. Salah satunya adalah gambar (poto) dari Nasa yang mengungkap bahwa bumi yang kita tempati ini berongga yang diyakini sebagai pintu masuk pada kehidupan yang lain di dasar bumi. Kebenaran dari teori diatas serta pengalaman – pengalaman manusia yang konon pernah melihat dan bahkan pergi langsung masuk ke hollow earth masih bersifat pseudoscience dan dalam tataran keilmiahannya masih harus dibuktikan lebih lanjut.

D. Epistemologi Hollow Earth
Epistemologis dari sebuah ilmu berbicara beberapa hal yaitu : 1) menjawab bagaimana proses yang memungkinkan di timbanya pengetahuan yang berupa ilmu?, 2) Bagaimana prosedurnya?, 3) Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar?, 4) Apa yang disebut kebenaran itu sendiri?, 5) Apa kriterianya?, 6) Cara/tehnik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?.
Untuk menjawab kebenaran baik teori hollow earth dan teori north pole ini para ahli mengemukan pendapat sebagai berikut :
Chapter 1 : Tentang A New Dawn For Hollow Earthers
Sumber dari aurora ( sinar fajar) adalah ionosfir sebagai penyedia atau pemasok materi untuk magnetosfer. Dengan kata lain bahwa Strata yang tinggi yang dikenal sebagai ionosfir yang menyediakan ion-ion untuk merangsang menampilkan aurora yang dapat dibuktikan sebagai inner sun.
Chapter 2 : Hollow Palanet, Venera 9 And The Bhagavatam
Kejadian atau peristiwa diatas terjadi di planet venus yang merupakan salah satu dari tempat kehidupan seperti di planet bumi yang bahkan memiliki banyak kelebihan daripada planet bumi. Para ahli membuktikan bahwa dengan pengalamannya menemukan adanya dua lobang yang bundar berputar yang ditutupi oleh awan, seperti adanya tekanan pada daerah kutub utara yang menyedot atmosfir ke planet venus
Chapter 3 : Spillover Weather From The Hollow Earth To You
Mula-mula inner sun mengendalikan dan mengatur aurora, ion-ion yang bermuatan dari angin, matahari memasuki magnesosfer dari atas lubang kutub, terdapat sebuah tempat penahan yang diberikan oleh magnet bumi. Ion-ion ini akan bergerak cepat melewati inti planet bumi dan keluar melalui kutub yang berlawanan. Inilah yang diduga oleh para ilmuwan sebagai pantulan ion-ion yang tersambung ke kutub bumi, diantara dua kutub yang dikenal dengan botol magnetik.
Chapter 4 : The Hollow Earth In Puranas
Adanya kecocokan cerita Purana yang mengisahkan tempat tinggal atau pertapaan Rsi Kapila yang didatangi oleh putra-putra raja sagara yang melewati arah timur laut dan melewati lobang bumi dengan pengalaman Jansen pemuda Norwegia yang menyatakan dirinya pernah mengembara melalui lobang bumi bersama ayahnya dengan perahu boat. Pada hakikatnya ada keserasian pendapat ahli dengan kisah purana terutama tentang adanya hollow earth.
E. Aksiologi Hollow Earth
Aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh Aksiologis dari sebuah ilmu berbicara beberapa hal yaitu : 1) Menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan?, 2) Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral?, 3) Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?, 4) Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional.
Ontologi dari eksistensi hollow earth dalam pandangan kitab suci tentang adanya kehidupan lain selain manusia harus diyakini karena merupakan kebenaran agama yang tidak satupun manusia dapat mengungkap kebesaran dan kerahasiaanNYA. Tetapi manusia dibekali rasio untuk mengali dan membuktikan pandangan-pandangan agama tersebut tanpa harus mengabaikan keyakinannya. Ini dibuktikan dengan penemuan Nasa dan bbeberapa manusia yang pernah melihat dan berkunjung ke hollow earth tersebut, tetapi kebenaran ini masih bersifat konspirasi dan pseudo sciences yang kebenaran secara ilmiah harus memerlukan bukti-bukti yang akurat agar penemuan –penemuan tentang hollow earth mempunyai dampak positif bagi manusia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar